(Bontang, 19 Agustus 2016). Terus bertambahnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bontang akhir-akhir ini, menjadikan Pemerintah Kota Taman meningkatkan kewaspadaan dan melakukan kerja nyata dengan melibatkan seluruh stake holder dan masyarakat.
Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin oleh Walikota Bontang, Neni Moernaeni didampingi oleh wawali basri Rase di Ruang Rapat Utama lantai II, Kantor W alikota, Bontang Lestari. Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh Asisten, dr. Indriati As’ad selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, perwakilan manajemen PT. Badak NGL, PT. PKT, perwakilan Dandim 0908 Bontang, Kapolres Bontang, Indominco Mandiri, Kepala Puskesmas, Camat dan Lurah.
Dihadapan peserta Rakor, Walikota Neni Moernaeni menjelaskan tentang strategi pengendalian DBD yang menurutnya sudah masuk kategori “darurat” di Kota Bontang.
“Korban nyawa akibat DBD seharusnya tidak terjadi karena hal ini dapat dicegah. Mulai sekarang harus ada aksi guna melindungi masyarakat. Apalagi, sesuai dengan instruksi pemerintah pusat, yakni saatnya kita harus kerja nyata,” kata Neni.
Kepada seluruh peserta Rakor, Neni menghimbau untuk segera dilakukan penanganan secara terpadu dan serentak. Untuk mencegah DBD, harus dilaksanakan fogging pada titik-titik penyebaran DBD, menjaga kebersihan diseluruh wilayah Kota dan mengaktifkan kembali petugas pemantau jentik (jumantik) di sekolah dan seluruh RT.
“Saya berharap tradisi jumat bersih kembali dilakukan. Di hari minggu kita laksanakan aksi bersih-bersih dengan melibatkan semua pihak.masyarakat harus memahami bahwa kegiatan fogging hanya dapat membunuh nyamuk dewasanya saja. Tidak menyelesaikan masalah. Yang harus dilakukan adalah memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuknya dengan cara selalu menjaga kebersihan,” terangnya.
Pada rapat koordinasi kemaren, seluruh stake holder sepakat akan membantu pemerintah guna mengatasi persoalan penyebaran dan memutus mata rantai penyebaran nyamuk aedes aegypti diseluruh wilayah Kota Bontang.
5 Kelurahan di Bontang yang paling tinggi penderita DBD-nya saat ini yakni, Kelurahan Telihan 54 kasus udah meninggal 2 orang, Kelurahan Kanaan 39 kasus,Kelurahan Api-api 37 kasus dan 1 orang meninggal,Kelurahan Loktuan 30 kasus dan Kelurahan Belimbing 24 kasus.

Bagian Humas-PPID Kota Bontang