(Bontang, 13 April 2017).  Pada hari kamis tanggal 13/04/2017 bertempat di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, telah dilaksanakan rapat sinkronisasi tugas fungsi dalam pencegahan dan penanggulangan kebencanaan di laut. Rapat ini membahas hal-hal penting terkait bencana laut.

Untuk optimalisasi pelaksanaan rapat, telah diundang beberapa pihak terkait yang memiliki otorisasi dalam bidang keselamatan laut dan unsur-unsur lainnya, antara lain ; Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, PMI, Polairut dan TNI AL. Diundang pula pihak-pihak yang berisiko terhadap aktivitas laut, yaitu ; Ketua Asosiasi KTNA, Ketua Asosiasi Kapal Penyeberangan Wisata, dan Ketua Kelompok Nelayan Berbas Tengah.

Rapat ini menegaskan bahwa BPBD Kota Bontang akan melakukan patroli laut dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat yang beraktivitas di laut. Tujuan dari patroli adalah untuk memberi pemahamanan  kepada masyarakat tentang pentingnya Alat Pelindung Diri (APD), diantaranya ; life jacket, alat komunikasi, senter, dan peralatan pelindung lainnya. Sebagian besar kasus bencana laut  yang mengakibatkan munculnya korban jiwa adalah masyarakat tidak memiliki APD, bahkan ada yang memiliki ADP tetapi tidak digunakan.

Hasil kesepakatan rapat adalah akan dilakukan patroli laut 5 (lima) kali dalam seminggu. Dengan frekuensi patroli tersebut, diharapkan dapat meminimalisir jumlah korban bencana yang terjadi di kawasan laut bontang.  Hasil patroli berupa data yang akan diserahkan kepada OPD teknis dan Ketua Asosiasi agar dilakukan pembinaan. Apabila kelalaian dianggap berat, OPD Teknis ataupun Asosiasi dapat memberi sanksi, dengan sanksi maksimal adalah pencabutan kartu anggota, dan berimplikasi pada pencabutan asuransi nelayan.

Dalam rangka koordinasi dan sinergi, serta memaksimalkan kinerja penanggulangan bencana laut,  akan dibuat sebuah mekanisme kerja baku yang melibatkan instansi-instansi dengan otorisasi keselamatan masyarakat secara terpadu.

Dengan patroli secara rutin dan mekanisme kerja yang terkoordinir, diharapkan dapat memberi rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan laut ketika melancong ke lokasi wisata laut Kota Bontang. Kehadiran petugas BPBD dalam berpatroli, merupakan  bentuk dukungan BPBD dalam rangka keselamatan berwisata laut di Kota Bontang, yang selaras dengan pencanangan Walikota Bontang untuk menjadikan beberapa lokasi laut sebagai destinasi wisata kota bontang.

(BPBD Kota Bontang)