(Bontang, 14 Juli 2017). Sejumlah perwakilan PT Telkom Indonesia berkunjung ke Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Bontang pada Rabu (7/13/2017) kemarin pagi. Kedatangan tersebut bertujuan untuk melakukan sosialisasi program Smart City Nusantara.

Bertempat di Ruang Rapat Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bontang, perwakilan tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kota Bontang beserta para staf.

Rapat tersebut diawali dengan pemaparan dari PT Telkom Indonesia yang diwakili oleh Taufik. Dalam pemaparannya, Taufik menerangkan bahwa Smart City Nusantara merupakan salah satu program PT Telkom Indonesia dalam mendukung Nawacita Pemerintahan RI. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, aman, dan nyaman sehingga pemerintahan di daerah tersebut bisa berkembang secara berkesinambungan.

Program Smart City Nusantara kedepannya diharapkan mampu membawa manfaat untuk meningkatkan kepercayaan publik, mempercepat respon terhadap aspirasi masyarakat, mengakomodasi potensi dan kearifan lokal, serta mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, profesional, dan baik.

Berkaitan dengan kegiatan surat-menyurat di lingkungan pemerintahan Kota Bontang, program Smart City Nusantara lewat penggunaan aplikasi siMAYA (Sistem Informasi Administrasi Perkantoran Maya) diharapkan dapat mengurangi penggunaan kertas. Hal tersebut tentunya mendukung salah satu misi Kota Bontang sebagai Green City melalui peningkatan kualitas lingkungan hidup.

Tidak hanya itu, Taufik juga memaparkan program Command Center/Call Center. Program tersebut adalah salah satu aplikasi agar kepala daerah dapat mengetahui dan memonitor kondisi wilayah atau kegiatan-kegiatan di seluruh OPD yang ada di lingkungan Pemkot Bontang dengan satu layar berupa dashboard. Namun, tidak semua kegiatan dapat dengan mudah dimonitor melalui program tersebut, terlebih lagi kegiatan tersebut dituntut untuk dijaga kerahasiaannya.

Ada sejumlah permasalahan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut. Diantaranya masalah jaringan internet yang dipaparkan Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kota Bontang, Dasuki. Saat ini jaringan internet di Kota Bontang hanya memiliki banwidth sebesar 60 Mbps. Sedangkan besaran banwidth yang dibutuhkan jika seluruh pegawai OPD mengakses internet secara bersamaan adalah sekitar 400 Mbps. Tentunya masih memerlukan cukup banyak tambahan banwidth.

Dasuki juga menyampaikan bahwa untuk melaksanakan seluruh program Smart City Nusantara yang telah dipaparkan, perlu didukung oleh berbagai sarana yang memadai.

“Pengadaan infrastruktur sebaiknya didahulukan terlebih dahulu sebelum menerapkan berbagai aplikasi Smart City Nusantara tersebut, sehingga kita bisa lebih siap mengaplikasikannya.” Ungkap Dasuki.

Selain permasalahan tersebut, masih ada beberapa permasalahan lainnya terkait penerapan Smart City Nusantara di Kota Bontang, terlebih lagi dengan kondisi keuangan Pemerintah Kota Bontang yang tengah mengalami defisit. Pihak PT Telkom Indonesia pun berjanji akan membawa persoalan-persoalan tersebut ke tingkat pusat untuk dibahas dan dicari solusinya.

Diakhir rapat tersebut, Kepala Seksi Aplikasi Teknologi, Informasi dan Persandian Dinas Kominfo dan Statistik Kota Bontang, Wahyu Hermawan berharap untuk diadakan pertemuan kembali antara pihak Dinas Kominfo dan Statistik Kota Bontang dengan pihak PT Telkom Indonesia untuk membuat kesepakatan bersama di antara kedua belah pihak.

“Setelah pertemuan ini, kami berharap diadakan pertemuan kembali untuk membuat kesepakatan kerjasama antara Dinas Kominfo dan Statistik Kota Bontang dengan PT Telkom Indonesia terkait batasan-batasan yang harus dilakukan PT Telkom Indonesia serta kontribusinya yang bisa diberikan terhadap Kota Bontang.” tutupnya.

PPID Kota Bontang