(Bontang, 9 Maret 2017). Dalam rangka mendukung program Upsus Pajale (Upaya Khusus Padi, Jagung, dan Kedelai) dan swasembada pangan yang di gaungkan  Presiden RI, Pemerintah Kota Bontang melaksanakan Panen Padi Bersama Tahun 2017 pada Kamis (9/3/2017) pagi tadi. Kegiatan yang berlangsung di Nyerakat Kiri tersebut merupakan kerjasama antara Pemerintah Kota Bontang, Kodim 0809 Bontang serta masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Sabar Menanti.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Bontang Basri Rase dan istri, Ketua DPRD Kota Bontang H. Nursalam, Sekretaris Daerah Kota Bontang H.M. Syirajuddin, Asisten Administrasi Pembangunan Setda Kota Bontang Emilizar Muchtar, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Bontang Hj. Syarifah Nurul Hidayati, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang Hj. Aji Erlinawati, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kota Bontang Drs. Dasuki, Kasdim 0908 Bontang Musanif, dan para anggota Kelompok Tani Sabar Menanti yang diketuai oleh M. Taher Sayuti.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas DKP3 Hj. Aji Erlinawati menjelaskan bahwa hasil panen padi yang dikelola oleh Kelompok Tani Sabar Menanti adalah sekitar 3,6 ton perhektar dengan luas area pertanian sekitar 21 hektar. Hasil ini dianggap meningkat dibandingkan dengan hasil panen pada tahun sebelumnya. Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan pada periode Oktober 2016 hingga Maret 2017 dan dalam setahun bisa dilakukan 2 kali panen.

Meskipun secara normal hasil panen padi yang ditargetkan adalah sekitar 4 – 5 ton ke atas, namun hasil kali ini dianggap sudah baik oleh Kepala DKP3 Kota Bontang. Menurutnya, hal ini dapat terjadi karena didukung oleh faktor cuaca.

“Normalnya hasil panen berkisar 4 ton hingga 5 ton ke atas. Tapi sudah bagus, karena cuaca sangat mendukung. Tahun sebelumnya itu kering dan kemarau panjang, namun masih dapat menghasilkan,” ungkap Aji Erlinawati.

Terkait pemasaran hasil panen, Nurul mengungkapkan bahwa saat ini hasil panen masih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tidak untuk dipasarkan keluar. Hal ini dikarenakan luas tanah yang dikelola masih dalam skala kecil.

Selain Kelompok Tani Sabar Menanti, masih ada 7 kelompok tani lainnya yang tersebar di wilayah Kota Bontang. Masing-masing kelompok tani tersebut mengelola jenis padi yang beragam, seperti padi ladang, padi sawah, dan lain-lain. Kelompok-kelompok tani tersebut sama-sama melaksanakan program penanaman padi, jagung, dan kedelai. Namun, untuk tahun ini ditambah dengan tanaman bawang dan cabe.

“Ada 8 binaan kelompok tani di Kota Bontang yang mengikuti program ini. Yang ditanam adalah padi, jagung kedelai. Tapi tahun ini ditambah babe (bawang dan cabe),” papar Nurul.

Bentuk bantuan Pemkot Bontang melalui DKP3 Kota Bontang ialah mendukung program-program yang dilaksanakan oleh kelompok-kelompok tani yang ada di Kota Bontang, antara lain menyediakan bantuan keuangan untuk keperluan bibit tanaman serta stimulan-stimulan lainnya. Khusus untuk program tanaman padi, jagung dan kedelai, Pemkot telah melakukan kerjasama dengan Kementrian Pertanian dan TNI dalam rangka swasembada pangan sejak tahun 2015.

Dalam kesempatan itu pula, Nurul memaparkan sedikit programnya di bidang peternakan, yakni program SIWAB (Sapi Induk Wajib Bunting).

PPID Kota Bontang