(Bontang, 29 Februari 2016). Perusahaan asal Jepang bernama JICA tertarik untuk berinvestasi pada pengembangan rumput laut di Kota Bontang. Kedatangan Yamamoto Masayuki dan rombongan di Kota Bontang disambut oleh Wakil Walikota Bontang, Isro Umarghani di Ruang Rapat Sekda Lt 2 Kantor Walikota Bontang Lestari, Senin pagi (29/2) kemarin. Dihadapan Asisten Administrasi Pemerintahan, M. Bahri, Kepala Dinas Perikanan, Kelautan, dan Pertanian Kota Bontang, Aji Erlynawati, Kepala Bappeda, Zulkifli, Kepala Dinas Pendidikan, Dasuki, Perwakilan BPPM Kota Bontang, Yamamoto dan rombongan menjelaskan maksud kedatangan untuk menjalin kerjasama, tidak hanya di bidang pengelolaan rumput laut, tetapi pengembangan infrastruktur air bersih, pertanian, jaringan gas, dan perikanan.

Yamamoto menuturkan rencananya berada di Kota Bontang selama 2 hari ke depan untuk melakukan studi lapangan sekaligus berkoordinasi dengan SKPD Kota Bontang agar mendapatkan informasi mengenai hal-hal yang ingin dikerjasamakan. Melalui koordinasi tersebut Yamamoto dan tim bisa memutuskan langkah-langkah tindak lanjut kerjasama yang akan dijalin dengan Pemkot Bontang.

“Saya tidak asing dengan Kota Bontang. 7 tahun lalu saya datang ke Kota Bontang dan melihat Kota Bontang memiliki potensi rumput laut. Dari informasi yang saya dapatkan, 60% rumput laut dari Indonesia. Oleh karena itu, kami tertarik untuk berinvestasi di sini. Setelah studi lapangan nanti, tim ahli kami dari Jepang akan studi lanjutan selama 3 bulan di Kota Bontang sehingga bisa diketahui langkah yang bisa ditempuh untuk tindak lanjutnya. Saya berharap Pemkot Bontang bisa membantu perusahaan kami sehingga kesepakatan yang diambil menguntungkan Kota Bontang dan Jepang bisa diterapkan di lapangan ,” papar Yamamoto.

Sementara itu Wakil Wali Kota Bontang, Isro Umarghani menyambut baik rencana investasi ini dan menuturkan bahwa ketertarikkan investor akan rumput laut di Kota Bontang adalah peluang yang sangat baik bagi Bontang. Hal ini disampaikan Isro karena dari 732 hektar lahan rumput laut yang tersedia, hanya 300 hektar yang digunakan. Potensi ini yang ingin dimanfaatkan oleh Pemkot Bontang. Melalui kerjasama, Isro berharap akan ada terobosan-terobosan baru yang nantinya bisa memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat Kota Bontang. Terkendala oleh iklim Kota Bontang yang panas, Isro meminta bantuan investor untuk mencari solusi mengenai permasalahan tersebut. Pasalnya, curah hujan yang rendah menyebabkan kekeringan pada produksi rumput laut. Dan kekeringan berdampak pada hasil rumput laut yang layak untuk dipanen.

Lebih lanjut melalui terjalinnya kerjasama ini, Isro juga berharap kerjasama akan mendukung terjadinya transfer knowledge antara Tim Ahli JICA baik dengan petani rumput laut Kota Bontang maupun pendidikan formal yang dampaknya bisa meningkatkan kapasitas SDM masyarakat Kota Bontang yang diberdayakan nantinya.

Investor ini juga memiliki rencana untuk mendirikan pabrik rumput laut di Kota Bontang. Kemudian rumput laut akan diekspor ke negara Jepang. Berkenaan dengan 70% wilayah Kota Bontang yang merupakan perairan, investor Jepang berencana memanfaatkan air laut untuk menghasilkan air bersih. Bila kerjasama ini benar terjadi, rencana ini pun akan membantu Pemkot dalam hal pengadaan air bersih untuk masyarakat.

HUMAS – PPID Kota Bontang