(Bontang, 23 Mei 2019). Guna menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memperoleh kebutuhan bahan pokok dengan harga murah, Pemkot Bontang melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan mengadakan Pasar Murah bagi Rumah Tangga Miskin (RTM), di Lapangan Parikesit (Ex. MTQ), Kamis (23/5/2019) pagi.

Pasar murah ini menjual paket kebutuhan pokok dengan cara menukarkan satu kupon untuk satu paket sembako yang berisi 5 jenis komoditi, diantaranya beras kualitas premium 5 kg, minyak goreng 2 liter, tepung terigu 2 kg, gula pasir 2 kg, serta telur ayam 30 butir atau 1 piring. Paket kebutuhan pokok ini dibanderol Rp. 115 ribu atau lebih murah 20% dari harga normal.

  

Pasar murah tersebut digelar selama tiga hari dengan menyediakan paket kebutuhan pokok bagi 5.212 RTM. Adapun lokasi pasar murah, yakni Kamis (23/5/2019) di Lapangan Parikesit dan Kantor Kelurahan Bontang Lestari, diperuntukan bagi warga Kelurahan Bontang Baru sebanyak 195 RTM, Kelurahan Api-Api sebanyak 248 RTM, Kelurahan Bontang Kuala 156 RTM, Kelurahan Gunung Elai 262 RTM, dan Kelurahan Bontang Lestari sebanyak 261 RTM.

Selanjutnya, Jumat (24/5/2019) berlokasi di Kantor Kecamatan Bontang Barat bagi warga Kelurahan Gunung Telihan sebanyak 420 RTM, warga Kanaan 265 RTM, serta warga Kelurahan Belimbing sebanyak 85 RTM. Kemudian di Kantor Kelurahan Satimpo sebanyak untuk 52 RTM, Kantor Kelurahan Tanjung laut 446 RTM, dan Kantor Kelurahan Tanjung Laut Indah sebanyak 435 RTM.

Sedangkan di hari terakhir, Sabtu (25/5/2019) akan berlokasi di Kantor Kelurahan Berbas Tengah sebanyak 636 RTM, Kantor Kelurahan Berbas Pantai untuk 573 RTM, Kantor Kelurahan Lok Tuan sebanyak 867 RTM, dan Kantor Kelurahan Guntung 311 RTM.

Mewakili Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, Asisten Administrasi Pemerintahan Drs. H.M. Bahri, M.Ap berharap pasar murah ini dapat membantu masyarakat terutama masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok, serta dapat menstabilkan harga pasar agar tidak terjadi gejolak harga.

“Saya juga berharap agar dalam pasar murah ini tidak ada penyalahgunaan dan agar memanfaatkan pasar murah ini dengan baik,” ujar Bahri.

Lebih lanjut, ia pun menghimbau kepada pelaku usaha dan pengelola swalayan agar tidak mencari kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang besar dengan menaikkan dan menentukan harga secara tidak wajar.

Senada dengan itu, Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Dra. Hj. Karlina mengatakan pasar murah bertujuan untuk menstabilkan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri sekaligus membantu masyarakat kategori RTM.

Selain itu, lanjut Karlina, pasar murah ini sebagai upaya Pemkot Bontang untuk mengantisipasi kelangkaan komoditi sembako akibat peningkatan permintaan pasar.

“Kalau langka tidak (komoditi), hanyak naik (harga). Ini (pasar murah) untuk antisipasi karena permintaan banyak, (namun) suplainya kurang. Jadi kita mencoba fasilitasi masyarakat terutama masyarakat kurang mampu,” pungkas Karlina.

Ditambahkan, Kasi Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Doddy Rosdian, ST, MM., mengungkapkan kegiatan pasar murah tersebut merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan, namun kegiatan ini sempat terhenti selama tiga tahun terakhir sejak 2016 hingga 2018 disebabkan defisit anggaran yang melanda keuangan Pemkot Bontang.

“Pasar murah dari dulu sudah ada, tapi vakum selama tiga tahun karena defisit anggaran. Jadi di 2016, 2017, dan 2018 kita tidak ada (pasar murah),” kata Doddy. (AG, foto: AF)

PPID Kota Bontang