(Bontang 29 Agustus 2018). Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bontang Drs. Dasuki, M.Si menghadiri sekaligus menjadi narasumber pada program Dialog Spesial LNG TV dengan tema Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau E-Government, Selasa (28/8) malam.

Dijelaskan Dasuki, SPBE merupakan penyelenggaraan pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sesuai dengan Peraturan Menteri PANRB Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Pedoman Evaluasi SPBE.

Penggunaan SPBE, lanjutnya, dapat menyempurnakan pelayanan pemerintahan yang efektif, efesien, transparan, akuntabel dan partisipatif.

“Saya pikir e-government atau SPBE bukan gagah – gagahan aturannya juga sudah ada Menpan RB Nomor 5 Tahun 2018 yang kita tindak lanjuti. Filosofinya adalah penyelenggaraan pemerintah yang efektif, efesien, transparan, akuntabel dan juga partisipatif,” terang Dasuki.

Sesuai dengan road map smart city Kota Bontang, yaitu smart government , smart enviroment, smart smart people smart living, smart mobility, smart economy. Saat ini, pemerintah memformulasikan terwujudnya SPBE melalui penyediaan berbagai macam aplikasi yang dapat diakses melalui bontangkota.go.id. dan diharapkan partisipasi masyarakat akan meningkat sehingga manfaat SPBE dapat dirasakan.

“Saya pikir manfaatnya sangat banyak dan kita membuka partisipasi masyarakat. Ketika ada ketidakpuasan, bisa langsung lewat aplikasi Kesah Etam, nanti kepada OPD mana kita akan tindak lanjuti,” kata Dasuki.

Meski begitu, Dasuki mengatakan, mengubah mindset masyarakat dari manual menuju digital membutuhkan proses dan sosialisasi.

“Di TV dan radio, kita sudah membuat beberapa iklan layanan. Ada smart city, e-gov, aplikasi Kesah Etam, aplikasi Antrian Online, dan aplikasi lainnya yang dapat didownload dan digunakan masyarakat,” tambahnya.

Dirincikan pula, untuk mewujudkan smart city, terdapat 4 pilar atau jenjang tahapan. Awalnya dimulai dari pembangunan infrastruktur, baik itu jaringan, bandwidth dan lainnya. Kedua, aplikasi dari berbagai macam aspek kehidupan yang menggunakan aplikasi. Pilar ketiga yakni smart user alias SDM, baik operator maupun masyarakat umum, terakhir barulah smart city.

“Mau tidak mau kita akan menuju kesana (SPBE) karena ini sebuah kewajiban, keharusan, sehingga Pemerintah akan mencoba mempersiapkan untuk mengarah kesana (SPBE), semua pelayanan akan berbasis online, berbasis aplikasi, dan masyarakat tentu harus mengikuti perkembangan ini. Karena misi Wali Kota kita adalah mewujudkan smart city melalui peningkatan kualitas SDM,” ungkap Dasuki.

“Tiga domain antara state, civil society, dan juga private menjadi satu untuk mewujudkan smart city,”tutupnya.

Acara yang dipandu Asep Gumilar tersebut, turut mengundang dua narasumber lainnya, yakni Anggota DPRD Kota Bontang H. Ubaya Bengawan, SH dan Kepala Telkom Kota Bontang Tri Heru Utomo.

PPID Kota Bontang