(Bontang, 21 Februari 2018). Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) kelurahan adalah forum dialogis antara pemerintah dengan pemangku kepentingan dari suatu isu/persoalan, kebijakan, peraturan, atau program pembangunan yang sedang dibicarakan. Dalam musrenbang kelurahan, pemerintah kelurahan dan warga bermusyawarah untuk menyusun program tahunan di kelurahan.

Guna menyatukan persepsi antara masyarakat dan pemerintah, maka Kelurahan Berbas Tengah menggelar musrenbang pada Rabu (21/2/18) pagi tadi.

Bertempat di Kelurahan Berbas Tengah acara tersebut dihadiri oleh Kabid Perencanaan Fisik dan Prasarana Bapelitbang Agung Santoso, perwakilan BPBD, Lurah Berbas Tengah, RT se-Kelurahan Berbas Tengan dan tokoh masyarakat.

Isu hangat yang dibahas dalam musrenbang kali ini ialah masalah pemasangan jaringan gas, kerusakan jalan dan parit. Mengingat penyambungan jargas untuk masyarakat Kota Bontang saat ini telah masuk pada periode kedua yang menyebabkan jalan menjadi rusak dan parit tertumpuk tanah timbunan di hampir seluruh badan jalan sehingga menggangu kenyamanan pengguna jalan.

Terkait jargas, Kabid Perencanaan Fisik dan Prasarana Bapelitbang Agung Santoso menyarankan agar dimusyawarahkan pada forum tersendiri yang dapat mempertemukan masyarakat dan pihak terkait. Seperti yang dilakukan oleh Kelurahan Belimbing.

Pada kesempatan ini BPBD menyampaikan bahwa pihaknya akan mendata masyarakat Berbas Tengah guna dijadikan bahan untuk menyusun peta rawan bencana berbasis online yang mencakup jalur evakuasi, assembly point dan tempat-tempat ibadah . Pendataan ini juga menitikberatkan pada jumlah balita yang ada di Kelurahan Berbas Tengah. Data ini digunakan untuk menyediakan asupan gizi jika terjadi bencana.

Dalam kesempatan ini juga dibahas masalah produta 2018 yang dimana petunjuk teknisnya saat ini masih dalam tahap pembahasan oleh Dinas Sosial. Diakhir musrenbang, Lurah Berbas Tengah, Usman juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil mendapatkan bantuan pembangunan perpustakaan berbasis online dari CSR PT. Indominco guna membangun masyarakat literasi media.

PPID Kota Bontang