(Bontang,12 Juli 2018)– Kodim Bontang dikabarkan telah menerjunkan 2 SSR atau sekitar 23 personil TNI untuk penurapan Masjid Nuru Jariah di Kelurahan Loktuan, Kecamatan Bontang Utara.

Rencananya turap sepanjang 22 Meter dengan ketinggian 40 Sentimeter akan dibangun disekitar Masjid melalui program TMMD tahun ini.

Sebelumnya Masjid Nurul Jariah dilaporkan terancam longsor akibat terjadi abrasi yang menimbukan tundukan tanah hingga kediding Masjid.

“Fungsi turap ini nantinya sebagai penopang agar tidak terjadi longsor,” kata Dandim 0908 Bontang, Letkol Arhanud Gunawan Wibisono melalui Pasi Intel Lettu Inf Rukito, saat dikonfirmasi Rabu (11/7) siang.

Disamping itu, kata Rukito, tujuan lainnya ialah diharapkan setelah penurspan selelasi, jamaah Masjid Nurul Jaria bisa menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

Seperti diberitakan sebelumnya, Program TMMD di Kota Bontang dilaksanakan selama sebulan penuh, dimulai dari 10 Juli hingga 8 Agustus 2018.

Selain menyasar penurapam Masjid, TMMD juga melakukan penurapan sungai sepanjang 135 Meter di RT 27, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, untuk mengurangi dampak bencana banjir dan konflik sosial.

“Selain itu, juga sebagai penataan bangunan di daerah aliran sungai supaya lebih tertib,” terang Rukito.

Sedangkan pemasangan paving block di halaman Gereja Kemah Injil Indonesia Haleluya (KIIH) Kelurahan Telihan, Kecamatan Bontang Barat dilakukan agar pusat ibadah masyarakat terlihat lebih nyaman.

Adapun jumlah personil yang dilibatkan Kodim Bontang pada program TMMD tahun ini mencapai 150 personil lintas sektoral.

PPID Kota Bontang