(Bontang, 7 Juli 2017). Komitmen Pemerintah Kota Bontang untuk mewujudkan Bontang sebagai Green City mendapat pengakuan di tingkat Nasional. Hal tersebut dibuktikan dengan masuknya Walikota Bontang Neni Moerniaeni sebagai salah satu dari 104 nominasi penerima penghargaan Nirwasita Tantra 2016-2017 oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Penghargaan Nirwasita Tantra adalah penghargan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada kepala daerah yang dinilai mampu merumuskan dan menerapakan kebijakan serta program kerja berbasis pembangunan yang berkelanjutan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup di daerahnya masing-masing. Penilaian penghargaan dilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya melalui persentasi dan penilaian yang melibatkan masyarakat sehingga program kerja penerima penghargaan benar-benar nyata  dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Bertempat di Ruang Rimbawan 2 Gedung KLHK Manggala Wanabakti Jalan Gatot Subroto,  Jakarta, Kamis (6/7) WaliKota Bontang  Neni Moerniaeni menyampaikan persentasi dihadapan tim Panel Penilai  penghargaan Nirwasita Tantra 2016-2017. Dalam presentasinya, Neni Moerniaeni mengangkat tiga isu yaitu isu potensi pencemaran air laut, kedua isu potensi pencemaran udara dan isu kebutuhan air bersih yang semakin meningkat.

“Respon yang dilakukan terkait isu pertama adalah dengan melakukan rehabilitasi terumbu karang, pembangunan IPAL di wilayah pesisir serta  pemantauan secara rutin kualitas air Laut yang dilakukan pada 5 titik sampling, yaitu Pelabuhan Loktuan, Pelabuhan Tanjung Limau, Perairan Bontang Kuala, Muara Kanal Sekangat, dan Water Intake PT. Indominco Mandiri. Untuk isu kedua, Pemkot Bontang melakukan upaya pemantauan kualitas emisi sumber tidak bergerak dan pemantauan kualitas udara ambient yang rutin dilakukan setiap tahunnya,” terang Neni.

“Dan yang paling penting, saya sebagai Walikota Bontang menghimbau kepada pejabat esselon II dan III, agar setiap hari Senin menggunakan bus yang telah disediakan oleh Pemkot Bontang sebagai sarana transportasi menuju ke kantor. Karena dengan menggunakan Bis sebagai sarana transportasi pegawai  dapat mengurangi emisi CO2 sebesar 0,99 ton/hari,” tambah Neni.

Selanjutnya Neni menjelaskan isu ke tiga terkait kebutuhan air bersih yang semakin meningkat bahwa sejauh ini Pemkot Bontang telah melakukan reboisasi dengan luas total 250 Ha dan pada tahun tahun 2012 – 2016 dilakukan penghijauan seluas 1.111,74 Ha dan 3.375.236 pohon dengan cara bekerjasama dengan pihak swasta, LSM dan masyarakat.

Selain itu, Pemerintah Kota Bontang juga berupaya meningkatkan luas kawasan lindung. Hingga tahun 2016 telah dibangun 31 ruang terbuka hijau, taman dan hutan kota dengan total luasan mencapai 499,03 Ha. Sesuai dengan RTRW 2012-2032, target RTH Kota Bontang yaitu 38,37% dari luas wilayah dan pada tahun 2016 RTH Kota Bontang telah mencapai 32,67%.

“Saya mohon doa dan dukungan seluruh lapisan masyarakat Kota Bontang. Bukan penghargaan yang dikejar tetapi dengan masuk nominasi penerima penghargan Nirwasita Tantra tentunya menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus menandakan bahwa program dan visi misi Pemkot khususnya dalam bidang lingkungan hidup sudah On The Right Track. Ayo terus kita jaga dan lestarikan lingkungan kita. Save Our Earth dari Bontang untukmu Indonesiaku!” ungkap Neni.

Tidak hanya itu, guna pelestarian lingkungan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat Kota Bontang melalui penanaman pohon, Neni Moerniaeni juga mengeluarkan Instruksi Walikota Bontang Nomor 4 Tahun 2016 tentang Penanaman Pohon  bagi calon pengantin serta Instruksi Walikota Bontang Nomor 9 tentang Penanaman pohon bagi CPNS yang diangkat menjadi PNS, kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala dan tanda kehormatan Setya Lencana Karya Satya PNS.

Turut Hadir mendampingi Walikota Bontang, yaitu Asisten Administrasi Umum Hj. SF Nurul Hidayati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Agus Amir, Kepala Dinas Kominikasi Informasi dan Statistik Drs. Dasuki, M.Si dan Kepala Dinas PUPR Kota Bontang Tafiv Nugroho.

Bagian Humas-PPID Kota Bontang