(Bontang, 11 Juli 2018). “TMMD bukan semata membangun sarana fisik bagi masyarakat Desa/Kelurahan, tetapi dalam TMMD juga membangun semangat dan percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapsiagaan menghadapi setiap ancaman dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi oleh masyarakat,” ujar Walikota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og saat sambutan Apel kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-102 Kodim 0908/BTG, Selasa (10/7) kemarin.

Bertempat di  Lapangan Taman Mangrove Kampung Saleba, Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang utara, TMMD ke-102 tersebut mengusung tema “Manunggal Membangun Karakter Generasi Milenial”.

Menurut Bunda Neni, TMMD ke-102 tersebut akan memberikan kontribusi positif bagi terhadap perkembangan Kota Bontang, pasalnya kegiatan tersebut bukan semata – mata membangun sarana fisik saja tetapi juga non fisik yang mengedukasi masyarakat Kota Bontang dengan mensosialiasikan kembali wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara, Penyuluhan Hukum dan Kantibmas hingga toleransi antar umat beragama.

Lebih lanjut, sesuai tema TMMD ke-102, generasi milenial pun tak luput dari perhatian orang nomer  satu di jajaran Pemkot Bontang tersebut. Dirinya pun menghimbau para pemuda generasi milenial sebagai penerus bangsa untuk memiliki karakter yang baik.

“Para pemuda harus terus dibangun karakternya, tidak individualis, hedonis dan apatis, tetapi generasi yang mempunyai karakter milenial yang baik, toleran, berjiwa sosial, peduli terhadap lingkungan serta selalu menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran,” Himbau Neni.

“Saatnya kita lanjutkan karya bhakti dan pengabdian bagi ibu pertiwi. Bersama kita tingkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bontang. Akhirnya dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim, TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Tahun Anggaran 2018, saya nyatakan resmi dimulai,” tutupnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0908/BTG Letkol Arh Gunawan Wibisono bertindak sebagai Komandan Satuan Tugas, menyatakan kesiapannya melaksanakan TMMD ke-102.

Dalam laporannya, dijelaskan bahwa kegiatan TMMD akan dilaksanakan pada 10 Juli hingga 8 Agustus 2018 di tiga lokasi berbeda, yaitu RT. 27 dengan Kel. Api – Api Bontang Utara, RT. 48 Kel. Loktuan Bontang Utara, RT. 26 Kel. Gunung Telihan Bontang Barat.

Dijelaskan pula, Sasaran fisik terdiri dari; (1) Membangun turap Sungai Bontang sepanjang panjang 135 m, tinggi 3,5 m, (2) Membangun turap Masjid Nuru Jariah panjang 20 m, tinggi 3,5 m, (3) Pemasangan Paving Blok Gereja Kemah Injil Haleluya Indonesia luas 650 m².

Sasaran non fisik terdiri dari; (1) Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Kesadaran Bela Negara, (2) Penyuluhan KB dan Kesehatan, (3) Penyuluhan Pertanian dan Perikanan, (4) Penyuluhan Hukum dan Kantibmas, (5) Sosialisasi Kerukunan Hidup Beragama, (6) Sosialisasi Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan, (7) Sosialisasi Antisipasi Bencana Alam, (8) Sosialisasi Ansipasi Bahaya Laten Komunis dan Radikalisme.

Adapun personel diterjunkan di TMMD ke-102, meliputi Administrasi dengan personel 1 SSK terdiri dari; KO-Satgas 15 orang, Tim Asistensi 25 orang, Kodim 0908/BTG 40 orang, Yonif 611 Awang Long 31 orang, Denarhanud 002 31 orang, Subdenpom 2 orang, Pos TNI AL 2 orang, Polri 2 orang, Densibang 10 orang, sebagai pendukung unsur masyarakat kurang lebih 400 orang.

Kemudian dilanjutkan penandatanganan naskah program TMMD antara Walikota Bontang dengan Komandan Satuan Tugas TMMD ke-102.

Dalam acara tersebut juga menampilkan pagelaran seni budaya tradisional Indonesia berupa Reog Ponorogo serta Tari Hudoq yang merupakan kesenian tari suku Dayak Kalimantan Timur dan  Pencak Silat.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Wakil Walikota Bontang Basri Rase, beberapa Anggota DPRD Kota Bontang, Forkopimda Kota Bontang dan OPD terkait.

PPID Kota Bontang