PRESS RELEASE

PELAYANAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KOTA BONTANG
Bontang, 10 Januari 2019

PDAM Tirta Taman kembali mendapatkan keluhan dari warga Kota Taman terkait dengan pelayanan air bersih yang tersendat sejak bulan Februari dan puncaknya di Bulan November 2018. Sejumlah langkah antisipatif dilakukan oleh PDAM Tirta Taman tetapi rupanya persoalan terus berkembang. Masyarakat tidak segan terus melayangkan keluhannya melalui media sosial yang ujungnya berpengaruh terhadap performa kinerja Pemerintah Kota Bontang.

Keluhan yang disampaikan masyarakat tetap fokus pada dua masalah yaitu masalah suplay air yang tidak lancar yang berhubungan erat masalah penjadwalan aliran air ke rumah warga, dan kedua adalah masalah kualitas air PDAM yang keruh.

Suplay air yang tidak lancar terjadi di Kota Bontang Wilayah Utara meliputi Tanjung Limau, MT Haryono, MH Thamrin, sebagian Saleba, Kodim, Simpang Rudal, Mulawarman, Diponegoro dan Pisangan menyebabkan ramainya aduan masyarakat melalui media sosial. Seperti yang disebutkan pada press release sebelumnya bahwa menurunnya suplay aliran air bersih di Kota Bontang sepanjang Bulan Februari hingga November 2018 ini disebabkan oleh rusaknya beberapa sumur dalam (deep well) PDAM yang mengakibatkan produksi air menurun dari jumlah 12.000 s/d 13.000 kubik per hari menjadi 8000 kubik per hari. Penurunan suplay air bersih yang sangat signifikan ini mengakibatkan pemadaman aliran air di lokasi tersebut di atas.

Langkah – langkah PDAM Tirta Taman dapat menurunkan suplay air bersih di Kota Bontang Wilayah Utara, sebagai berikut:
1. Menjalankan sumur cadangan dengan kapasitas produksi 25 liter / detik yang berlokasi di Jalan Pupuk Raya
2. Menarik air (interkoneksi) dari WTP yang ada di Loktuan dengan kapasitas 1000 kubik / hari
3. Melakukan percepatan back wash air limbah menjadi air baku dengan kapasitas 100 kubik / hari
4. Untuk daerah yang tidak teraliri air sama sekali maka PDAM Tirta Taman menyediakan air tangki gratis kepada warga

Dari langkah – langkah yang telah dilakukan PDAM Tirta Taman, PDAM mampu menambah air bersih di Kota Bontang. Namun PDAM Tirta Taman tetap harus berusaha memenuhi kekurangan supaly air bersih sekitar 80 liter / detik, agar air di Kota Bontang ini lancar, tidak tersendat seperti sedia kala. PDAM Tirta Taman kemudian melakukan penjadwalan aliran air sehingga air dapat terdistribusi dengan rata meskipun disadari sepenuhnya oleh pihak PDAM bahwa kapasitas distribusinya sangat pendek. Ditambahkan dengan kondisi topografi di beberapa wilayah di Kota Bontang yang lebih tinggi dari wilayah lainnya yang mengakibatkan perlu penambahan tekanan agar air bisa mengalir, sehingga pemadaman pun dilakukan lebih lama dari wilayah lain.

Perlu dipahami bahwa untuk saat ini PDAM Tirta Taman belum bisa melakukan distribusi air bersih selama 24 jam, kondisi ini membuka peluang untuk tertinggalnya kotoran pada pipa – pipa saluran air yang kemudian mengendap sehingga pada saat dilakukan pembukaan valve, kotoran yang mengendap tersebut akan ikut mengalir bersama air yang masuk melalui sambungan ke rumah – rumah warga yang pada menit pertama kotor. Selanjutnya air yang dihasilkan akan bersih.

Tanggung jawab PDAM tidak berhenti begitu saja, pada hari Sabtu 12 Januari 2019 akan dilakukan peninjauan oleh tim gabungan dari PDAM Tirta Taman dan Pemerintah Kota Bontang untuk melakukan komisioning test terhadap Deep Well (DW) 2 Kanaan yang pada saat ini baru selesai melakukan test pompa 3×24 jam dengan kapasitas air yang dihasilkan kurang lebih 40 liter / detik. Sebagai ilustrasi apabila kedua Deep Well (DW) PDAM yang ada ini yaitu Deep Well (DW) 2 Kanaan dengan kapasitas 40 liter / detik dan Deep Well (DW) KS Tubun 1 beroprasi dengan kapasitas 20 liter per detik, maka suplay air yang memerlukan 80 liter / detik dapat berkurang dan tersisa 20 liter per detik.

Upaya yang dilakukan selanjutnya, pada tahun 2019 ini, melalui APBD 2019, PDAM Tirta Taman akan membangun 3 sumur baru yaitu Deep Well Berebas, Deep Well Bhayangkara dan Deep Well 1 Kanaan guna menambah suplay air bersih di kota Bontang. Pj. Sekretaris Daerah drh. Agus Amir meminta agar segala hal yang terkait dengan pembangunan 3 sumur baru ini dipercepat prosesnya sehingga tidak lagi memberikan janji – janji kosong kepada  warga.

PPID Kota Bontang