(Bontang, 14 Februari 2019). Pemerintah Kota Bontang melalui Gugus Kota Layak Anak menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Evaluasi Nasional Kota Layak Anak (KLA) 2019, di Ruang Rapat Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bontang, Jl. Bessai Berinta, Kelurahan Bontang Lestari, Kamis (14/2) pagi.

Rakor yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Pembangunan, Ir. Zulkifli, MT, digelar untuk menindaklanjuti surat Gubernur Kalimantan Timur nomor 463/884/III/DP3A/2019 tentang Persiapan Evaluasi Nasional Kabupaten/Kota Layak Anak 2019 tertanggal 7 Februari 2019, bahwa Kabupaten/Kota dapat melakukan upaya percepatan peningkatan kategori peringkat KLA dengan mengacu pada 24 indikator KLA.

Dalam arahannya, Zulkifli menekankan bahwa keberhasilan yang sudah dicapai ini tidak terlepas dari dukungan dan integrasi semua pihak. Ia pun mengajak seluruh stakeholder agar dapat berpartisipasi guna meningkatnya predikat KLA Kota Bontang.

“KLA sudah kita laksanakan beberapa tahun. Pada skala nasional kita sudah dapat beberapa penghargaan. Mudah mudahan di tahun 2019 bisa kita tingkatkan lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zulkifli menghimbau kepada pihak terkait untuk fokus pada hal – hal yang perlu dibenahi sesuai dengan 24 indikator KLA.

Dikesempatan yang sama, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Bontang, Dedi berharap pemenuhan hak anak dapat menjadi prioritas yang diusulkan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kelurahan hingga tingkat kota untuk mendukung terwujudnya Indonesia Layak Anak (Idola) 2030. Sebab, lanjutnya, pemenuhan hak anak juga merupakan pengamalan UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Senada, Ketua Gugus Kota Layak Anak, Trully Tisna Milasari, menambahkan bahwa selain pemenuhan fasilitas publik layak anak, ia menilai lembaga independen yang memfasilitasi anak juga diperlukan. Trully berharap, nantinya Organisasi Pereangkat Daerah (OPD) dan seluruh pihak dapat meningkatkan pelayanannya khususnya fasilitas ramah anak.

“Saya berharap nantinya setelah melihat poin penilaian ini, teman – teman dinas dapat berinovasi melalui program tahunan-nya. Begitu juga dengan dunia usaha, khusunya untuk CSR perusahaan terkait. Sekiranya ada yang belum terpikir sebelumnya, agar dapat menjadi inovasi. Mudah mudahan inovasi kawan – kawan terhadap KLA ini bisa kita cantumkan dilaporan, sehingga menjadi nilai tambah,” tutur Trully. (AF/AG)

PPID Kota Bontang