(Bontang, 9 April 2019). Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) menggelar Rapat Kerja Tahunan Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Kekuarga (LK3), Senin (8/4/2019) lalu di Ruang Rapat Utama Kantor Wali Kota Bontang, Jl Bessai Berinta No.1, Bontang Lestari.

Rapat kerja (Raker) tahunan ini dihadiri 74 pengurus tim LK3, lengkap dengan mitra jaringan kerja. Problematika utama yang diangkat adalah penanganan keluarga bermasalah psikososial.

Membuka jalannya rapat, dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og berpesan kepada segenap peserta, perihal penanganan permasalahan sosial.

“Dibutuhkan kerjasama antar pihak untuk menyelesaikan persoalan sosial yang terjadi akhir-akhir ini di Bontang,” kata Neni.

Raker sendiri dimaksudkan agar seluruh pihak, baik pemerintah maupun swasta mendapat gambaran mengenai peran serta potensi sumber kesejahteraan sosial (PSKS). Selain itu tentu diharapkan peran serta, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dapat terus ditingkatkan.

Serta tentunya, memperkuat dan mengembangkan sistem jaringan kerjasama, khususnya dalam penanganan permasalahan psikososial.

Dikesempatan itu, Neni menegaskan kembali pentingnya keberadaan LK3 yang berperan memberikan pelayanan kesejahteraan sosial. “LK3 merupakan salah satu lembaga yang memberikan pelayanan kesejahteraan sosial yang sangat strategis, dan merupakan program nasional,” tegas Neni.

Oleh karenanya, untuk menjawab tantangan persoalan psikososial, Neni menggarisbawahi beberapa hal. Diantaranya, diperlukan pemahaman dan kesamaan persepsi tentang arah kerja LK3. Sehingga nantinya tiap pihak dapat memahami perannya, serta mengimplementasikan di tiap instansinya.

Selain itu, peningkatan kapasitas dan pemahaman pengelola (LK3), khususnya terhadap isu-isu psikososial, pendekatan pekerjaan sosial, dan penanganannya. Sehingga praktisi di lapangan dapat bekerja secara profesional, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Terakhir, agar Raker ini menjadi media membangun jaringan kerja yang lebih optimal, serta menjadi penambah pengetahuan. Sehingga berdampak pada makin cepatnya pembangunan keluarga Indonesia, khusunya Kota Bontang.

Di akhir sambutannya, Neni tak lupa mengapresiasi capaian LK3. Pada tingkat provinsi maupun nasional, LK3 Bontang berhasil menjadi yang terbaik. Tak sampai di situ, LK3 Bontang juga menjadi role model best practice. Apresiasi juga disampaikan pada segenap pihak yang selalu mendukung kinerja LK3.

Pada saat bersamaan, diserahkan pula donasi Langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang. Adapaun donasi berupa kaca mata minus dan sembako kepada 2 klien disabilitas tuna netra, serta 3 kursi roda kepada 3 klien stroke.

Donasi tersebut masing-masing berasal dari Baznas dan DPA LK3 DSPM Kota Bontang. Adapun rinciannya berupa kaca mata minus dan sembako dari Baznas Kota Bontang, sedang 3 kursi roda bersumber dari DPA LK3 DSPM. (AF/AG)

PPID Kota Bontang