(Bontang, 13 Juli 2018). Dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102, Dinas Kesehatan-Keluarga Bencana (Dinkes-KB) Bontang kembali mengkampanyekan pentingnya vaksin campak dan rubella kepada masyarakat yang memiliki anak berusia 6 bulan hingga di bawah usia 15 tahun yang belum mendapatkan vaksin agar segera divaksin.

“Campak dan rubella merupakan penyakit infeksi yang menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi campak dan rubella, atau yang belum pernah mengalami penyakit ini, berisiko tinggi tertular,” kata salah satu penyuluh kesehatan.

Dirinya pun menginformasikan bahwa pemberian vaksin ini gratis sekaligus mengimbau kepada orang tua yang masih memiliki anak 6 bulan hingga sebelum 15 tahun untuk segera divaksin apabila program tersebut sudah berjalan. Sehingga diharapkan, kedepan anak-anak Bontang tidak ada yang terkena penyakit campak dan rubella.

Usai Penyuluhan terkait Vaksin Campak dan Rubella, Dinas Kesehatan-Keluarga Bencana (Diskes-KB) juga turut memberikan penyuluhan tentang bahaya kanker serviks kepada para kaum hawa.
Selain memberikan penyuluhan, Diskes-KB juga melakukan tes pap smear atau tes IVA. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai pertemuan wisata Bontang Mangrove Park (BMP) Salebba Bontang Baru, pada Selasa (10/7).

“Pengecekan ini bertujuan untuk untuk mengetahui dan mendeteksi kanker serviks secara dini. Sel kanker yang diketahui nantinya akan langsung ditindaklanjuti dan kemungkinan untuk sembuh lebih banyak,” ujar salah satu petugas kesehatan Diskes-KB.

Sebagai informasi, program TMMD ke-102 ini akan dilaksanakan selama sebulan mulai 10 Juli-8 Agustus 2018. Tujuannya, membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang bersifat fisik maupun non fisik. Selain itu juga bertujuan untuk memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kegiatan TMMD ini terdiri dari dua kegiatan, yaitu fisik dan non fisik. Untuk kegiatan fisik, program ini akan menyasar penurapan Sungai Bontang yang berlokasi di Kelurahan Api-Api, pembangunan turap di lokasi Masjid Nurul Jariyah Loktuan, serta pemasangan paving block di Gereja Kemah Injil Indonesia Haleluya (KIIH) di Kelurahan Telihan. Adapun kegiatan non fisik, terdiri dari sosialisasi wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara, sosialisasi kerukunan hidup beragama, sosialisasi bahaya laten komunis (balatkom) dan radikalisme, penyuluhan program Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan, penyuluhan pertanian dan peternakan, penyuluhan hukum dan kamtibmas, serta bahaya bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

PPID Kota Bontang