(Bontang, 27 Desember 2018). Kelangkaan liquified Petroleum gas (LPG) bersubsidi 3 Kg jelang Hari Natal & Tahun Baru akibat pengurangan jumlah kuota dari Pertamina yang sebelumnya 4.040 tabung/hari menjadi 2.240 tabung/hari, langsung direspon Pemerintah Kota Bontang dengan menggelar operasi pasar LPG 3 Kg, Kamis (27/12) pagi.

Operasi pasar yang digelar satu hari tersebut, akan mendistribusikan 7.840 tabung LPG 3 Kg di 17 titik lokasi operasi pasar yang tersebar di seluruh wilayah Kota Bontang.

Memantau hal itu, Wali Kota Bontang dr. Hj Neni Moerniaeni, Sp.Og, didampingi Ketua DPRD Kota Bontang Ketua Drs. H. Nursalam, ketua komisi II DPRD Kota Bontang H. Ubayya, Kapolres Kota Bontang AKBP Siswanto Mukti, SIK, Pj. Sekda Kota Bontang drh. Agus Amir, bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, terjun langsung ke beberapa titik lokasi operasi pasar untuk memastikan pendistribusian tepat sasaran dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp. 18 ribu per tabung.

“Tujuh ribu lebih didistribusikan dibeberapa titik termasuk tadi di Gunung Elai, Satimpo, Rawa Indah, Berbas Pantai, Loktuan, Kanaan, dan Guntung juga ada. Kita berupaya membantu masyarakat dan mungkin baru Bontang yang melaksanakan operasi pasar tapi tidak bisa terus – menerus,” tutur Neni.

Sementara itu, Kapolres Kota Bontang AKBP Siswanto Mukti, SIK, memastikan kelangkaan tabung LPG 3 Kg kali ini bukan disebabkan oleh penimbunan yang dilakukan oknum pengecer, namun murni karena pengurangan jumlah kuota.

“Langka karena distrubusinya terhambat, memang kurang dari sana (Pertamina). kita sudah cek tidak ada penimbunan,” kata Siswanto Mukti.

PPID Kota Bontang