(Bontang, 27 Maret 2019). Bertempat di Auditorium Kantor Wali Kota Bontang, Jl. Moch Roem, Bontang Lestari, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Drs. H Artahnan, M.M, membuka secara resmi kegiatan sosialisasi bertajuk “Peran Mesin Kecerdasan Dalam Peningkatan Kualitas SDM Untuk Potensi Pribadi ASN di Lingkungan Pemkot Bontang”, Rabu (27/3) pagi. Sosialisasi ini terselenggara berkat kerjasama Pemerintah Kota Bontang melalui BKPSDM, dengan Yayasan STIFIN.

Dalam sambutan tertulis Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og., yang dibacakan Kepala BKPSDM menyampaikan apresiasi atas antusias peserta dalam mengikuti pemetaan potensi ini. Menurutnya, hal tersebut dirasa perlu untuk ‌memberikan wawasan tentang pentingnya kesesuaian potensi pribadi sebagai individu Aparatur Sipil Negara (ASN), dengan kepercayaan, serta tugas yang diembannya.

Di penghujung sambutan tertulisnya, Neni berharap peserta dapat mengambil manfaat dari sosialisasi ini. “Untuk itu kami berharap agar kita semua bisa memanfaatkan ini (sosialisasi) untuk mengembangkan potensi dan kompetensi di bidang kita masing-masing,” pungkasnya.

Sekitar 200 lebih ASN, dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bontang turut hadir dalam sosialisasi tersebut. Peserta terlebih dahulu diminta melakukan pengujian untuk mengetahui tipe kepribadiannya.

Sementara itu, guna mengetahui gambaran komprehensif potensi pribadi ASN di lingkungan kota bontang 2019, dihadirkan pula Praktisi STIFIn, Dodi Rustandi. Ia menjabarkan mesin kecerdasan tiap peserta berdasarkan hasil tes sebelumnya.

Sebagai informasi, STIFIn merupakan akronim dari Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting. Menurut teori STIFIn, manusia memiliki 5 belahan otak. Setiap individu kemudian memiliki satu belahan otak yang paling dominan. Kemudian belahan otak dominan itu disebut mesin kecerdasan.

Di akhir paparannya, Dodi menerangkan pentingnya mengetahui mesin kecerdasan masing-masing. “Dengan mengenal diri, di posisi apapun kita diletakkan, kinerja kita akan tetap baik,” terangnya.

“Banyak dari kita yang merasa tidak cocok dengan pekerjaannya. Tetapi solusinya bukan dengan berhenti dari pekerjaan tersebut. Kenali gaya kerja kita, selesaikan pekerjaan itu dengan cara yang kita sukai,” pungkas pembicara bergelar STIFIn Man. (AF/AG)

PPID Kota Bontang