(Bontang, 19 Desember 2017). Segenap jajaran di lingkungan Pemerintah Kota Bontang beserta sejumlah instansi dan masyarakat di Kota Bontang mengikuti Upacara Peringatan Hari Bela Negara pada Selasa (19/12/2017) pagi tadi. Bertindak sebagai inspektur upacara Wakil Walikota Bontang Basri Rase.

Bertempat di halaman Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan PTSP Kota Bontang,  turut hadir dalam upacara sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bontang, perwakilan Kodim 0908 Bontang, perwakilan Polres Bontang, perwakilan Den Arhanud 002 Bontang, sejumlah anggota Organisasi Masyarakat (Ormas), para siswa maupun mahasiswa di Kota Bontang, serta para peserta undangan lainnya.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Walikota Bontang Basri Rase menyampaikan sejarah Negara Republik Indonesia yang mampu berdiri tegak menjadi bangsa yang berdaulat. Hal ini tentunya tidak terlepas dari semangat bela negara dan kekuatan seluruh rakyat Indonesia. Sejarah juga mencatat bahwa pembelaan negara tidak hanya dilakukan dengan kekuatan senjata saja, akan tetapi dapat pula dilakukan dalam bentuk lain sebagaimana yang dilakukan oleh Mr. Safruddin Prawiranegara pada tahun 1948 guna menyelamatkan keberlangsungan NKRI dengan membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera Barat. Nilai-nilai heroik tersebut yang perlu terus diaktualisasikan melalui karya nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Joko Widodo menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya para generasi muda milenial sebagai penduduk mayoritas rakyat Indonesia untuk senantiasa kritis terhadap upaya memecah belah bangsa, merendahkan martabat bangsa dan senantiasa waspada terhadap upaya infiltrasi ideologi dengan cara yang sangat halus dan kekinian yang ingin merubah atau menggantikan Pancasila dan ingin memecah belah NKRI.

Tak lupa pula Joko Widodo mengajak seluruh Warga Negara Indonesia untuk membangun kesadaran bersama, karena kelangsungan hidup sebagai bangsa adalah totalitas dari seluruh kekuatan rakyat. Dengan kekuatan rakyat semesta, maka bangsa Indonesia akan mampu menghadapi segala ancaman dan tantangan. Hal tersebut merupakan esensi dari sistem pertahanan rakyat semesta yang terbukti dalam sejarah mampu membentuk Republik Indonesia.

Dalam upacara tersebut turut pula dibacakan ikrar bela Negara oleh salah satu anggota organisasi masyarakat yang isinya adalah sebagai berikut: (1) Mencintai tanah air, (2) Memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, (3) Yakin pada Pancasila sebagai ideologi negara, (4) Rela berkorban bagi bangsa dan negara, dan (5) Memiliki kemampuan awal bela negara.

PPID Kota Bontang