28-btg-apeksi-jambi

(Bontang, 28 Juli 2016). Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke V, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) berlangsung di Ballroom Abadi Convention Center Kota Jambi, Rabu (27/7) kemarin. Acara ini dibuka oleh Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Soni Sumarsono mewakili Mendagri Tjahyo Kumolo yang berhalangan hadir.
Munas kali ini dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah pusat sekaligus menjadi pembicara dengan tema strategi pelaksanaan Otonomi Pasca UU Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah. Selain itu, kegiatan ini juga beragendakan pemilihan dewan kepengurusan APEKSI periode 2016-2020 serta menyusun program kerja dan rekomendasi untuk internal maupun pemerintah pusat.
Salah satu poin penting yang disampaikan Soni Sumarsono yakni kedepan, semua kota di Indonesia harus mengembangkan konsep kota pintar (smart city), sebagai upaya memberikan pelayanan publik yang maksimal kepada masyarakat.
“Dengan konsep smart city tentunya akan mengurangi biaya operasional, karena semuanya sudah memakai sistem digital,” kata Soni.
Sementara Walikota Bontang, Neni Moernaeni menyambut baik saran dan masukan Dirjen Otonomi Daerah tersebut, karena menurutnya Kota Bontang saat ini telah mulai menggunakan sistem smart city dan dianggap sangat bersinergi dengan pemerintah pusat.
Sementara Walikota Jambi, Syarif Fasha dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Munas APEKSI akan berlangsung selama tiga hari yang dirangkai berbagai kegiatan mulai tanggal 27 sampai 29 Juli 2016. Acara Welcome Dinner di Ballroom Ratu Hotel, dilanjutkan dengan kegiatan pembukaan Munas, pawai walikota yang dilaksanakan di depan Pedestarian Jomblo, ekspo Indonesia yang diikuti 87 kota se-Indonesia serta penanaman pohon di hutan kota dan ladies program serta city tour.
Kegiatan Munas APEKSI digelar dan dihadiri sebanyak 91 walikota se-Indonesia. Turut hadir juga Gubernur Jambi, Zumi Zola, Sekretaris Kota Bontang HM. Syirajudin, dan Asisten Administrasi Pemerintahan HM. Bahri.
Bagian Humas-PPID Kota Bontang