Pemerintah Kota Bontang di bawah kepemimpinan Wali Kota Neni Moerniaeni dan Wawali Basri Rase semakin komitmen untuk mewujudkan Bontang sebagai smart city. Sebagai langkah serius, pemerintah telah menanda tangani MoU Smart City di Forum Smart City di Kota Bandung.
Wawali Basri Rase dalam Penandatanganan MoU yang dihadiri sejumlah kepala daerah lainnya mengatakan, Forum Smart City menjadi ajang untuk mensosialisasikan peran teknologi dalam menyelesaikan masalah pemerintahan. Dalam forum tersebut, pemerintah saat ini berencana menyisipkan teknologi pada layanan pemerintahan.
“Smart City Forum 2016 yang di dalamnya membahas mengenai permasalahan ditiap wilayahnya dengan solusi menggunakan teknologi Smart City,” kata Basri Rase.
Ia menyebutkan, berbagai aplikasi online diluncurkan untuk mempercepat pelayanan bagi masyarakat. Hasilnya, kinerja lebih efisien baik dari segi anggaran ataupun waktu.
“Di acara Smart City Forum ini, bukan keren-kerenan software masing-masing daerah. Tapi adalah semangat berkolaborasi karena slogannya kan, kurangi kompetisi perbanyak kolaborasi karena kita NKRI,” ujarnya.
Basri mengungkapkan penggunaan teknologi internet sebagai modal yang sangat berharga dalam pelayanan dan mengontrol kinerja pemerintah. Inovasi itu digunakan untuk menyelesaikan masalah secara cepat, mudah, dan hemat anggaran.
“Dengan adanya teknologi itu, warga akan dengan mudah mengontrol kinerja aparat pemerintah dan dapat melapor langsung melalui media sosial. Karena konsep itu banyak mempermudah penyelesaian masalah baik yang berhubungan dengan kebijakan, tata kota, pelayanan, bahkan kinerja aparat pemerintah, SKPD pun wajib memiliki akun media sosial seperti Twitter dan Facebook agar bisa dijangkau warga,” jelasnya.
Konsep itu kata dia, semakin mengajarkan masyarakat dan aparat pemerintah untuk lebih melek teknologi dan dapat bekerja secara efektif dan efisien. Selain diwajibkannya SKPD memiliki akun media sosial, Pemerintah Kota Bontang juga berencana membuat pusat kendali atau Command Center.
“Pusat kendali dibuat agar pelayanan lebih efektif dan efisien. Wali Kota dan Wawali pun akan lebih mudah mengontrol aparatur lain di bawah. Ditambah lagi, saya bersama bu Wali dapat berhubungan langsung dengan masyarakat melalui laporan-laporan yang dapat diterimanya di akun media sosial,” jelasnya.